Senin, 10 September 2012

MARI MEMANEN AIR HUJAN UNTUK MASA DEPAN


Indonesia merupakan salah satu negara dengan penghasil curah air hujan terbesar di dunia. Curah air hujan yang dihasilkan adalah sekitar 2000-4000 ml/tahun. Dari kondisi ini kita dapat memanfaatkannya, khususnya bagi kita warga Indonesia.

Di negara Indonesia sendiri terdapat 2 musim terjadi, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Di berbagai kota-kota besar di Indonesia pada saat datangnya musim hujan sudah menjadi permasalahan klasik dengan terjadinya banjir  yang di akibatkan derasnya curah air hujan dan buruknya drainase. Hal ini membuat pemerintah setempat selalu berupaya untuk bagaimana caranya bencana banjir tersebut tidak terjadi lagi. Salah satu langkah pemerintah yaitu bagaimana cara untuk mengalirkan atau membersihkan air yang mengenang dengan cara membuangnya. Untuk musim kemarau sendiri, permasalahan yang sering terjadi di masyarakat Indonesia adalah kekeringan pada lahan pertanian mereka karena kurangnya pasokan air. Kondisi ini memaksa para masyarakat khususnya bagi para petani berupaya mencari alternatif untuk mengairi lahan pertanian dengan memompa air tanah dan hal ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit. 

Dari gambaran persoalan di atas, dapat kita jadikan sebagai sebuah ide, bagaimana mengatasi kekeringan pada saat musim kemarau dengan cara menyimpan air hujan pada saat musim hujan terjadi. Untuk itu, dibutuhkan kesadaran dan kemauan bagi para masyarakat untuk melakukannya. Adapun salah satu cara atau media yang tepat untuk menyimpan air hujan adalah dengan menggunakan water tank. Penggunaan alat ini sangatlah mudah dan dapat dimanfaatkan bagi para masyarakat khususnya juga di daerah perkotaan dan pedesaan.

Untuk gambaran media water tank ini sendiri dapat dilihat pada gambar berikut ini:

  Gambar 1. Water Tank

 
Sistem kerja dari alat ini adalah sangat sederhana, yaitu air hujan yang ditampung kemudian dialirkan kebawah melalui pipa air dan kemudian diberi sebuah tray atau saringan yang bertujuan untuk menyaring kotoran seperti sampah daun agar tidak masuk ke tangki air. Kemudian setelah disaring, selanjutnya air melalui tahap filterisasi debu. Tahap ini bertujuan untuk menyaring debu yang masih berada dalam air dengan cara mengalirkannya ke sebuah pipa, kemudian dari pipa tersebut diberi sebuah bola untuk menyaring debu yang terdapat pada air. Untuk gambaran prosesnya sendiri dapat dilihat pada gambar berikut ini:

Gambar 2. Proses Filtrasi Debu
 
Setelah proses filterisasi debu selesai, selanjutnya air ditampung ke tangki penampungan sampai terisi penuh. Dan apabila kapasitas air di dalam tangki sudah terpenuhi, maka dibuatkan selang atau pipa pembuangan untuk mengalirkan air yang telah mencukupi kapasitas tampung tangki tersebut. Dan akhirnya air hujan yang disimpan siap untuk digunakan dan disimpan untuk kebutuhan, untuk pengalirannya sendiri, apabila water tank ditempatkan di tempat yang tinggi maka pengalirannya dengan menggunakan sistem hulu ke hilir, sedangkan untuk penempatan water tank di tempat yang datar dibutuhkan bantuan alat pompa air untuk mengalirkan airnya.

Dari salah satu metode penyimpanan air hujan ini, keuntungan yang didapatkan yaitu kita memiliki cadangan air untuk digunakan, baik itu untuk mandi dan juga untuk kebutuhan lainnya seperti pengairan sawah di musim kemarau. 

Ayo...... Mari kita memanen air hujan untuk masa depan .....